Posted by : Unknown Selasa, 01 Agustus 2017

Dengan semakin majunya teknologi untuk memudahkan masyarakat dalam pemberian layanan public kini negara-negara sudah banyak yang mengembangkan E-government. E-government sendiri adalah penggunaan teknologi dan informasi yang menggunakan internet yang notabene menggunakan situs atau portal. Dengan adanya E-government ini diharapkan pemerintah dapat memberikan layanan yang memudahkan masyarakat dan juga pemerintah.

Indonesia sendiri sudah menyediakan layanan secara online bagi masyarakat yang situsnya dapat diakses di http://indonesia.go.id/ dengan tampilan awal atau home seperti berikut.

 Ada berbagai layanan dan informasi yang disediakan dalam situs Indonesia. Baik dari segi kesehatan, keuangan, pendidikan, kependudukan dan lain sebagainya. Adapun layanan yang disediakan di situs Indonesia dapat dilihat melalui gambar berikut.

 Dengan layanan yang disediakan pemerintah secara online ini belum seluruh masyarakatnya tahu. Apabila dilihat dalam penggunaan langganan internet, di Indonesia sudah banyak yang menggunakan internet. Dapat dilihat melalu grafik berikut.
       
(source: knoema)
Dengan grafik tersebut dapat dilihat bahwa dari tahun ke tahun pengguna internet di Indonesia semakin banyak akan tetapi mengalami penurunan pada tahun 2015. Meskipun begitu Indonesia masuk 20 negara pengguna internet terbanyak didunia. Sama dengan negara Filipina, penggunaan internet di negara Indonesia dan negara Filipina hampir 50% dari total jumlah penduduk. Melihat hal tersebut dapat dikatakan belum sepenuhnya masyarakat Indonesia maupun Filipina menggunakan internet.
(source: http://www.internetworldstats.com/top20.htm)
                 
Apabila dilihat secara nyata kini masyarakat Indonesia tidak terlepas dari gadget untuk mengakses internet. Dengan semakin majunya teknologi kini internet seperti “kebutuhan” bagi masyarakat. Sehingga banyak orang yang menggunakan langganan intenet ataupun membeli kuota hanya untuk internet saja baik dari kalangan anak-anak hingga kalangan orang tua. Berbeda ketika tahun 2000an dimana penggunaan internet belum banyak dan penggunaan gadget atau smartphone pun belum sebanyak sekarang. Hal tersebut terjadi karena mahalnya harga untuk mengakses internet dan untuk membeli smartphone harganya lumayan mahal dan jarang sekali masyarakat yang menggunakan smartphone. Untuk mengakses internet pun masyarakat harus pergi dahulu ke warnet atau warung internet. Karena jarangnya masyarakat yang memasang koneksi internet dirumah pada saat itu. Berbeda dengan sekarang, dimana hamper setiap rumah sudah memasang koneksi internet atau sering disebut dengan wi-fi. Sehingga tidak perlu ke warnet untuk mengakses internet, dengan membeli kuota pun kini dapat mengakses internet di smartphone.
          Melalui internet ini masyarakat dapat berkomunikasi dengan mudah tanpa beratatap muka. Akan tetapi apakah masyarakat sudah mengetahui mengenai layanan online yang disediakan oleh pemerintah Indonesia? Apabila melihat kondisi saat ini, belum banyak masyarakat yang mengetahui layanan online ini. Masih banyak masyarakat Indonesia yang apabila memerlukan layanan pemerintah datang langsung kekantor pemerintah setempat tidak melalui internet. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya sosialisasi pemerintah kepada masyarakat bahwa pemerintah kini menyediakan layanan public secara online. Sehingga masyarakat tidak usah repot-repot datang ketempat, cukup dirumah dengan mengakses situs Indonesia ataupun situs daerah kota dan masyarakat dapat memperoleh layanan dan informasi dengan mudah melalui internet.
Adapun program pemerintah salah satunya adalah pembuatan e-ktp, yaitu ktp elektronik. Akan tetapi e-ktp ini sendiri tidak berjalan dengan baik. Selain adanya tindak korupsi yang dilakukan oleh pejabat-pejabat yang bersangkutan, proses pembuatan e-ktp ini sendiri berlangsung sangat lama sekali. Ada beberapa masyarakat yang sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun belum mendapatkan e-ktp. Akan tetapi apabila ada masyarakat yang belum mendapatkan e-ktp dapat meminta surat keterangan kekantor kecamatan.
        Padahal, dengan semakin meleknya masyarakat Indonesia dengan internet ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dalam implementasi e-government yang disediakan pemerintah. Sehingga pemerintah dan masyarakat dapat mempermudah kinerja masing-masing. Alangkah baiknya pemerintah mensosialisasikan adanya layanan public online yang disediakan pemerintah. Baik melalui iklan di televise ataupun dimedia sosial. Karena kini masyarakat Indonesia rata-rata update berita ataupun informasi melalui internet.
Hal ini dapat berpengaruh terhadap demokrasi yang terjadi di Indonesia. Dengan adanya e-government maka masyarakat dapat melihat transparansi dana dan melihat perkembangan dari hasil kinerja pemerintah. Sehingga bisa terjadi interaksi antara pemerintah dengan masyarakat. Sehingga demokrasi itu sendiri dapat berkembang dengan semakin majunya teknologi. Akan tetapi, saat ini banyak berita atau informasi yang sifatnya provokasi ataupun hoax. Maka dari itu masyarakat Indonesia diharapkan lebih cerdas dalam menyaring berita ataupun informasi yang berbau provokasi ataupun fitnah. Harus ditelusuri dulu apakah berita ataupun informasi tersebut benar atau tidak. Apabila tidak, maka demokrasi di indoensia tidak dapat berjalan dengan baik. Tapi, apabila informasi atau berita dapat disaring oleh masyrakat dan masyrakatpun dapat menggunakan internet dengan baik dan bijak makan demokrasi di Indonesia pun dapat berjalan dengan baik bahkan berkembang menjadi lebih baik.
Berbeda dengan masyarakat di Filipina, penggunaan internet di Filipina mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dibandingkan dengan di Indonesia yang sempat mengalami penurunan. Dapat dilihat melalui grafik berikut.

            
(source: knoema)
Dilihat dari situs e-government Filipina, layanan yang disediakan lebih banyak dan lebih baik dibandingkan negara Indonesia. Situs e-government Filipina dapat diakses di https://www.gov.ph/ dengan tampilan home sebagai berikut.


Pengguna internet di Filipina mengalami perkembangan dari tahun 90an. Pada tahun 1995 ada sekitar 60 perusahaan telepon di Filipina, namun hampir seluruhnya berada di perkotaan. Sehingga cukup sulit untuk masyarakat yang ada didesa menggunakan telepon. Tidak semua masyarakat di Filipina bisa menggunakan panggilan telepon dahulu, karena mahalnya biaya tarif telepon. Kemudian dengan adanya internet dan seiring dengan berkembangnya internet, hampir ada 100 penyedia layanan internet di Fiipina. Akan tetapi kebanyakan dari penyedia layanan internet memiliki koneksi di Amerika Serikat sehingga berpengaruh terhadap biaya internet di Filipina.
Biaya internet di Filipina cukup mahal sehingga tidak banyak yang menggunakan internet secara pribadi. Banyak masyarakat yang menggunakan internet melalui kafe internet atau istilah di Indonesia sendiri yaitu “warnet”. Dimana kafe internet ini banyak digunakan untuk game online dan mengakses web oleh masyarakat Filipina. 


Pada tahun 2012, ICTO (Information and Communications Technology Office) membuat Program Pemerintah Terpadu Filipina (iGovPhil) sebuah situs yang menampilkan lebih banyak layanan bagi masyarakat dan juga platform. Terdapat layanan yang disediakan diantaranya hosting email dengan id user@agency.gov.ph yang disediakan oleh pemerintah. Kelebihan dari hosting email tersebut ialah data-data masyarakat akan aman, adanya transparansi, mempermudah pengiriman barang dan jasa. Kemudian disediakannya PhPay untuk melakukan transaksi pembayaran secara online melalui pemerintah baik oleh masyarakat ataupun urusan bisnis. Hal ini sangat bagus diadakan karena dapat mengurangi tindak pidana korupsi.
Berbeda dengan Indonesia, belum ditemukannya atau disediakannya situs khusus mengenai layanan (e-services) bagi masyarakat Indonesia seperti yang disediakan oleh Filipina. Untuk layanan yang lebih lengkap di Indonesia dapat dilihat kembali lewat situs portal daerah masing-masing bagi masyarakat. Layanan yang disediakan di Filipina lebih banyak disbanding layanan yang disediakan di Indonesia. Salah satunya dari layanan pajak.


       Dapat dilihat dari kedua situs antara negara Indonesia dengan Filipina berbeda dalam hal pelayanan diberikan. Di Indonesia disediakan layanan Surat Pemberitahuan secara online, mengurus mengenai administrasi dan informasi mengenai perpajakan. Sedangkan di negara Filipina layanan yang disediakan lebih beragam. 




            Layanan yang disediakan di Filipina diantaranya yaitu registrasi online wajib pajak, pelaporan penjualanan bulanan kotor menggunakan Cash Register Machine (CRM), Point of Sale (POS) System and Other Sales Machines (OSM) ataupun berbagai chanel lainnya. Kemudian adapula buku resmi mengenai system bea cukai, system otomatis yang memfasilitasi siklus dari proses pemotongan pajak dan masih ada berbagai layanan pajak lain yang disediakan.
            Melihat perbandingan dari layanan dan masyarakat pengguna internet antara Indonesia dan Filipina dapat dikatakan negara Filipina lebih maju dibandingkan dengan Indonesia. Layanan yang disediakan pemerintah Filipina bagi masyarakatnya lebih banyak serta informasi yang disediakan pun cukup banyak dan lengkap. Berbeda dengan Indonesia layanan yang diberikan tidak sebanyak pemerintah Filipina. Alangkah baiknya apabila pemerintah Indonesia dapat melihat layanan-layanan yang disediakan Filipina sebagai contoh untuk memperbaiki system layanan di Indonesia salah satunya yaitu PhPay. Apabila dapat diterapkan di Indonesia kemungkinan tindak pidana korupsi pun dapat berkurang dan layanan yang diberikan pun lebih baik bagi masyarakat.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Cari Blog Ini

Blogger templates

Blogroll

Clannad Tomoyo Sakagami 2

Copyright © Enjoy Your Time -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan