Sudah 3 bulan berlalu, mereka sudah menhadapi semua tantangan selama 3 bulan. Suka duka mereka hadapi bersama. Tapi, entah kenapa Dewi seperti jealous kepada Azie. Karena Azie tidak pernah mengabari Dewi lagi. Tapi, begitupun sebaliknya. Azie pun merasa tak dianggap oleh Dewi, karena Dewi selalu bermaun dengan teman laki* nya. Azie pun cemburu. Dan hubungan mereka semakin panas, tidak dekat lagi.
Akhirnya, saat pulang sekolah Azie menghampiri Dewi ke kelas nya, dengan perasaan cemburu, marah. Azie : "Dewi, kita harus nyelseein satu masalah!"
Dewi : "Masalah apa? Yg ada aku harus nyelseein masalah sama kamu!"
Azie : "Loh koq jd ke aku sihh? Kamu kenapa main sama temen laki* terus? Aku nih cemburu tau
sama kamu! Tapi kamu kaya yg gk nganggap aku!"
Dewi : "Aku memang sengaja ngelakuin itu supaya kamu tuh sadar! Kamu juga kenapa gak pernah
sms sama ngabarib aku? KEnapa? Aku butuh penjelasan dari kamu tau gak!"
Azie : "Bukannya aku gak mau sms kamu! Tapi hp aku lagi ada di ortu aku! Kamu ngerti sedikit
lah ke aku!"
Dewi : "Oh, gitu aja penjelasan dari kamu? Ok!"
Lalu Dewi pun pergi. Dan Azie pun mengejar Dewi.
Azie : "Dewi, kamu mau kemana? Dewi......."
Tapi, Dewi seperti berpura-pura tidak mendengar, Dan akhirnya dengan perasaan kecewa Azie pun pulang ke rumahnya. Begitupun Dewi. Sesampainya di rumah, Dewi menangis, air matanya terus mengalir. Seolah tidak bisa berhenti tuk mengangis. Dewi seperti tidak bisa menerima penjelasan Azie.
Begitupun Azie, sesampainya di rumah dia selalu memikirkan Dewi. Bagaimana perasaan Dewi saat ini? Apakah dia menangis karena aku? Azie bertanya-tanya dalam hati seperti itu. Seolah-olah Azie mempunyai banyak salah kepada Dewi. Dan Azie pun ingin meminta maaf kepada Dewi melalui sms. Tapi, hp Azie dipakai oleh orang tuanya.
Akhirnya, saat malam hari Dewi pun ingin sms-an dengan Azie. Dan Dewi pun mengesms Azie. Dewi "Azie..???". Alangkah kagetnya Dewi ternyata yg membalas sms nya itu adalah ibu nya Azie. Ibu Azie pun membalas sms dari Dewi "Maaf, ini sama ibunya Azie. Azie nya jangan dulu digannggu, dia lagi fokus sama pelajaran. Jadi, tolong putusin Azie ya. Soalnya Azie ga dibolehin pacaran sama mamahnya. Jadi tolong bantu ibu ya. Terimakasih.". Saat membaca sms dari Ibunya Azie, Dewi menangis. Dengan mengeluatkan air mata yg begitu banyak. Dewi merasa tak percaya bahwa Dewi harus memutuskan Azie. Dewi tidak ingin memtuskan Azie. Namun apa daya keinginan Ibu Azie adalah Dewi harus memutuskan Azie. Lalu Dewi pun akan memutuskan Azie esok hari secara langsung.
Keesokan harinya Dewi tidak bisa sekolah karena dia sakit. Saat di sekolah Azie mencari keberadaan Dewi. Dia bertanya dalam hati. Apa Dewi tidak ingin bertemu denganku lagi?. Apa dia sakit hati karena aku?. Tapi karena penasaran akhirnya Azie pun datang ke kelasnya Dewi. Azie bertanya kepada teman dekatnya Dewi, yaitu Ayu.
Azie : "Ayu, Dewi ada gak? Kok daritadi gak keliatan ya?"
Ayu : "Dewi sakit. Makanya dia gak sekolah."
Azie : "Ohh.. Sakit apa?"
Ayu : "Gak tau sih. Emang kenapa?"
Azie : "Gak, cuman nanya doang."
Ayu : "Ohh.."
Azie : "Makasih ya.."
Ayu : "Sama-sama"
Akhirnya Azie kembali ke kelasnya dengan perasaan kecewa. Azie seperti merasa bersalah. Dia ingin tahu bagaimana kabar Dewi saat ini. Tapi, dia hanya bisa menunggu.
Saat keesokan harinya, Azie menghampiri kelas Dewi. Dia melihat Dewi kembali sekolah. Azie merasa senang akhirnya Dewi kembali sekolah dan bisa melihat wajah Dewi yg cantik. Saat pulang sekolah Azie menghampiri Dewi.
Azie : "Dewi, kamu kemarin kenapa gak sekolah?"
Dewi : "Sakit panas."
Azie : "Ohh..."
Dewi : "Aku mau ngomongin sesuatu sama kamu Zie."
Azie : "Kamu mau ngomong apa emang?"
Dewi : "Sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu. Tapi ini emang keputusan aku. Kemarin aku
dah mikirin keputusan ini dengan bulat. Tapi aku takut kamu marah."
Azie : "Emang kamu mau ngomong apa sih Dewi?"
Dewi : "Kita putus ya Azie."
Saat mendengar Dewi menginginkan hubungan mereka berakhir Azie seperti merasa tak percaya. Dalam hatinya Azie menangis, begitupun Dewi.
Azie : "Kamu kenapa pengen kita putus?"
Dewi : "Aku ngerasa permasalahan kita gak pernah berakhir. Dan aku fikir ini jalan terbaik
buat kita. Jadi maafin aku ya Azie."
Lalu Dewi pun pergi. Saat sampai di rumah Dewi menagis. Tidak ingin melepaskan Azie. Namu inilah permintaan Ibu nya.
Setiap hari jika mereka bertemu, mereka tidak pernah saling bertanya. Mereka seolah-olah tidak pernah saling mengenal. Walaupun mereka masih ada rasa sayang satu sama lain. Namun itu semua sudah terjadi. Dan tidak bisa diapa-apakan lagi.
Sudah 3 bulan berlalu. Alhirnya, mereka mendapatkan pasangan masing-masing. Tapi, sebenarnya mereka masih ada sedikit rasa terhadapnya. Namun merekas sudah mempunyai pasangan masing-masing. Akhirnya mereka pun bahagia dengan pasangannya masing-masing.
Sekian cerita dari saya. Maaf jika ada salah* kata dan kalimta.
Harap maklum ya.. :D
JBU.
